Rangkuman Materi Seksualitas dan Gender Psikologi Umum II

 Seksualitas dan Gender

Sisi Fisik Seksualitas Manusia

1. Karakteristik Seks Primer

Pada wanita karakteristiknya ini terdapat di vagina (tabung yang mengarah dari luar tubuh ke pembekuan), rahim dan ovarium. Sedangkan pada pria terdapat dipenis (tempat buang air kecil dan sperma), testis/buah zakar (kelenjar laki-laki), skrotum (kantung eksternal yang menampung testis dan kelenjar prostat (mengeluarkan sebagian besar cairan yang bersamaan membawa sperma)

2. Karakteristik Sekunder

karakteristik pada wanita yaitu pembasaran di area dada sekitar dua tahun setelah pertumbuhan drastis, pinggang yang lebih lebar untuk memungkinkan janin keluar dari tulang pelvis, rambut kemaluan dan timbunan lemak pada bokong dan paha. sedangkan pada pria yaitu diantaranya pemberatan suara, munculnya rambut di area muka, dada, dan kelamin, serta perkembangan tekstur kulit yang lebih kasar. Perubahan ini juga diikuti dengan pertumbuhan tinggi yang drastis melebehi pertumbuhan drastis wanita.

Sisi Psikologis Seksual Manusia

1. Identitas Gender

Gender Role Socialization, merupakan salah satu proses yang akan dilewati seorang anak
setelah dia dilahirkan dan tumbuh dewasa, ini merupakan proses yang dimana anak akan mulai
mengenal bagaimana perilaku sesuai gender yang dia dapati. Pada proses ini anak mempelajarinya
darimana saja, karena anak-anak akan belajar sesuai dengan yang dia lihat, dan itu bisa dia pelajari
dari orang tua, keluarga, saudara, bahkan juga dari semua media yang ada, dari situlah anak mulai
bisa membedakan peran antargender. Pada umumnya saat berumur 3-4 tahun, barulah identitas
gender dapat dipahami anak dengan baik.

2. Perkembangan Peran Gender

Menurut Tobach dan Unger, Peran gender adalah perilaku yang diinginkan dari budaya tertentu untuk perwujudan dari konsep gender. Peran gender juga menentukan untuk bagaimana seseorang diperlakukan.Pada umumnya, laki-laki identik dengan perannya yang sebagai pemimpin, pekerja keras, sedangkan perempuan identik dengan ibu rumah tangga. Tentang mengapa peran gender dapat berkembang ada beberapa teori yang menjelaskan tentang ini, teori tersbut diantaranya yaitu social-learning theory dan gender-schema theory. Social-learning theory menjelaskan bahwa berkembang nya gender karena meniru hasil pengamatannya dari orang-orang sekitarnya, di sini bukan hanya orang tua yang bisa menjadi model untuk diamati, tapi keluarga lain, saudara, masyarakat sekitar, serta media cetak maupun media elektronik bisa menjadi panutan, karena seorang anak memperhatikan semua perilaku.

Perilaku Seksual Manusia

A. Respon Seksual

Terdapat 4 tahapan siklus respon seksual yaitu:

1. Excitement

Pada fase ini tubuh menunjukkan tanda-tanda adanya keterangsangan yang merupakan awal dari gairah seksual yang dapat berlangsung dari 1 menit hingga beberapa jam. Tanda-tanda nya seperti denyut nadi meningkat, tekanan darah meningkat, pernapasan menjadi lebih cepat, dan kulit menunjukkan kemerahan. Pada wanita terdapat tanda klitoris membengkak, bibir vagina terbuka dan bagian dalam menjadi lembab untuk persiapan hubungan seksual.Sedangkan pada pria terdapat tanda penis menjadi ereksi, testis tertarik, dan kulit skrotum mengencang.

2. Plateau

Pada fase ini gairah seksual meningkat dan dipertahankan, perubahan fisik yang dimulai pada fase pertama mulai bertambah. Pada wanita bagian luar vagina membengkak dengan jumlah peningkatan darah ke daerah tersebut, klitoris tertarik ke bawah tudung klitoris sangat sensitive dan bibir luar vagina menjadi lebih merah. Sedangkan pada pria penis menjadi lebih ereksi dan dapat mengeluarkan beberapa tetes cairan. Fase ini hanya terjadi beberapa detik hingga menit.

3. Orgasm

Pada fase ini merupakan fase yang terpendek dimana mencapai klimaks dan melepaskan sexual tension yang melibatkan serangkaian kontraksi otot yang berirama yang dikenal sebagai orgasme. Orgasme adalah ekspresi intens dan wujud dari kondisi kenikmatan dari manusia. Pada wanita melibatkan otot-otot dinding vagina dan dapat terjadi beberapa kali, wanita membutuhkan waktu 10 sampai 20 menit setelah penetrasi awal. Lalu rahim berkontraksi yang menciptakan suatu sensasi. Sedangkan pada pria, kontraksi orgasmic dari otot-otot didalam dan sekitar penis memicu pelepasan air mani yaitu cairan yang mengandung sel-sel kelamin pria atau sperma.

4. Resolution

Fase ini merupakan tahapan terakhir dari respons seksual atau biasanya disebut dengan resolusi. Pada fase ini mengalami relaksasi dan kembali ke kondisi non klimaks atau kembalinya tubuh ke keadaan normal sebelum adanya gairah. Tanda nya adalah darahyang menyumbat pembuluh darah di berbagai area alat kelamin surut, detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan semuanya kembali menjadi normal. Pada wanita klitoris memendek, warna bibir vagina kembali normal, dan bibir menutup sekali lagi. Sedangkan pada pria memiliki periode refrakter dimana tidak dapat mencapai orgasme yang lain, yang berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam.

B. Perbedaan Perilaku Seksual

Studi Kinsey pada tahun 1948, yaitu membuat laporan kontroversial tentang hasil survei besar-besaran tentang perilaku seksual yang berbeda. Kinsey menemukan beberapa hal mengenai frekuensi perilaku seperti masturbasi, seks anal, dan seks pranikah. Hasil semua survei menjelaskan bahwa pria jauh lebih aktif secara seksual daripada wanita.

C. Orientasi Seksual

1. Heteroseksual, Orientasi seksual yang dianggap normal atau paling umum yang dimana mengacu pada ketertarikan seksual atau emosional kepada lawan jenis.

2. Biseksual, Orientasi seksual yang menggambarkan ketertarikan terhadap dua jenis kelamin yaitu dapat menyukai sesame jenis atau lawan jenis.

3. Homoseksual, Orientasi seksual yang memiliki ketertarikan seksual terhadap sesama jenis.

Kesehatan Seksual

A. Disfungsi dan Penyakit Seksual

1. Disfungsi seksual

Kondisi dimana terdapat masalah dengan fungsi atau kontak fisik organ seksual dari
hubungan seks (bersifat menular). Disfungsi seksual mempengaruhi organ seksual
dalam bereproduksi, dapat juga menjadi penyakit, cacat bahkan kematian. Disfungsi
seksual juga dapat disebabkan oleh faktor organik seperti penyakit atau efek samping
dari obat-obatan, faktor sosial budaya dan faktor psikologis.

2. Bakteri dan Virus Infeksi Seksual

Penyakit Seksual yang disebabkan oleh bakteri antara lain Chlamydia, Shyphilis,cGonorrhea dapat diobati dengan antibiotik. Sedangkan penyakit yang disebabkan oleh virus seperti Herpes Genital (yang disebabkan oleh virus Simple Herpes Virus) dan Genital Warts (yang disebabkan oleh virus Human Papillomavirus) tidak dapat disembuhkan, hanya dapat dihambat perkembangannya agar tidak berkembang dengan pesat, dan jika tidak segera ditangani, akan menjadi komplikasi dan memicu kanker.

B. Penyakit Menular Seksual

Salah satu infeksi menular seksual adalah AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yang disebabkan oleh infeksi virus HIV (Virus Human Immunodeficiency). HIV-AIDS ditularkan melalui pertukaran darah, cairan vagina, air mani, air AIS, seks tanpa kondom, berbagi jarum, kehamilan, persalinan, menyusui dan paparan pekerjaan. HIV-AIDS juga melemahkan imun, menyebabkan infeksi, hingga menyebabkan kematian.





Komentar