Rangkuman materi pertemuan ke-6 Psikologi Umum

                           Rasionalisme

Sejarah Rasionalisme

rasionalisme berasal dari bahasa Inggris “rationalism” ratio yang berarti akal sedangkan “term”berarti berasal. Rasionalisme mengedepankan bahwa akal sehatlah yang menjadi inti untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan mengetes ilmu pengetahuan. Kita dituntut untuk menggunakan akal sehat yang sesuai dengan kaidah-kaidah logis/ berpikir logis. Rene Descartes pendiri aliran rasionalisme modern memiliki pendapat bahwasanya sumber ilmu pengetahuan satu-satunya yang bisa dipercaya adalah akal pemikiran,karena hanya dengan akal semua syarat untuk bisa memastikan bahwasanya ilmu pengetahuan itu merupakan hal yang ilmiah. Dengan akal dapat diperoleh kebenaran dengan metode deduktif yang ada pada ilmu pasti.

Tokoh-Tokoh Rasionalisme

1. Brunch Spinoza

Spinoza ingin menemukan suatu pegangan dasar yang pasti bagi segala pengetahuan. Substansi adalah jawabannya, karena menurut Spizona pikiran mustahil tanpa konsep substansi dan mendefinisikan sebagai suatu yang ada pada dirinya dan dipahami dengan dirinya sendiri. Dan satu-satunya substansi di dunia ini adalah Allah,hakikat dari substansi ini adalah segala sesuatutanpa individual. Tiga taraf pengetahuan menurut Spizona yaitunya taraf persepsi indrawi,taraf refleksi yang mengarah pada prinsip-prinsip dan taraf intuisi.

2. Gottfried Wilhem Von Leibniz

Menyatakan bahwa tidak ada apapun dipikiran manusia yang tidak pertama dalam nalar, kecuali pikiran itu sendiri Pemikiran itu aktifIde merupakan bawaan Menggabungkan fisika, biologi, introspeksi, dan teologi ke dalam pandangan dunia, Salah satu tujuannya untuk menggabungkan antara penemuan ilmiah oleh para ahli dengan kepercayaan terhadap tuhan

3. Nicolas De Malebrance

Menerima teoripemisahan antara pikiran dan tubuh manusia oleh Descartes, namun tidak menyetujui cara Descartes menjelaskannya. Tuhan bertindak sebagai penengah (mediator) antara tubuh dan pikiran. Occasionalism merupakan Keinginan untukmelakukansesuatu yang kemudian direalisasikan oleh Tuhan sehingga menyebabkan tubuh melakukan tindakan tersebut. Ide-ide yang muncul bukan bawaan maupun berasal dari pengalaman, namun hal ini berasal dari Tuhan.

4. Thomas Reid

Menyangkal pendapat Hume. Menurut Reid,jika logika Hume menyatakan bahwa kita tidak akan pernah tau dunia fisik, ada sesuatu yangsalah dengan logikanya. Kita dapat mempercayai pandangan kita terhadap dunia fisik karena hal ini menggunakan akal. Kita sebagai manusia diberikan kemampuan untukmenghadapi dan memiliki akal. Reid juga menggambarkan bagaimana kehidupan jika kita tidak berasumsi bahwa pikiran kita merefleksikan kenyataan secara akurat.

5. Immanuel Kant

Berusaha membuktikan pendapat Hume salah dengan menunjukkan bahwa kebenaran bersifat pasti dan tidak hanya berdasarkan pengalam subjektif.Kant berpegang teguh pada prinsip-prinsi prasional dan percaya pada kehendak bebas. Menurut Kant, manusia mempunyai unsur apriori sebagai alat yang digunakan untuk untuk membentuk pemahaman dan menghasilkan pengetahuan.

6. Johann Friedrich Herbart

Herbart mencetus sebuah sistem yang dikenal dengan sistem Herbart. Sistem Herbart disebut ebagai mekanika psikis karena beliau percaya bahwa gagasan memiliki kekuatan gaib untuk menarik atau menolak pemikiran lain, bergantung pada kesesuaian mereka. Demikian pula, gagasan mengeluarkan energiyang berlawanan atau tidak kompatif, sehingga berupaya mencegah konflik. Menurut Herbart, semua gagasan berjuang untuk memperoleh ekspresi dalam kesadaran, dan mereka bersaing satu sama lain untuk melakukannya.

7. Georg Wilhem Friedrich Hegel

Hegel berkeyakinan bahwa keseluruhan lebih penting daripada contoh-contoh tertentu membuatnya menyimpulkan bahwa negara lebih penting daripada individu yang menyusunnya. Bertentangan dengan pendapat John Locke yang menyatakan bahwa negara ada untuk rakyatnya.


Komentar